Sampah-sampah organik termasuk daun-daun
yang sudah tua ternyata memiliki nilai lebih dan bisa berguna, Salah
satu pemanfaatan daun yang sudah tua adalah untuk pembuatan kompos.
Kompos adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan alamiah atau organik
dan tentunya bersifat ramah lingkungan.
Selama ini, banyak para petani yang
menggunakan pupuk buatan. Salah satu alasan penggunaan pupuk buatan
tersebut adalah karena praktis. Tidak perlu repot-repot mengolahnya
karena hanya tinggal pakai saja. Namun, tahukah kita bahwa pemakaian
pupuk buatan tersebut bisa mengurangi unsur hara yang dimiliki oleh
tanah. Tahukah bahwa tanah yang sering diberi pupuk buatan bisa rusak
dan tingkat kesuburannya menghilang.
Ternyata masih banyak orang yang belum
mengetahui akan kerugian pupuk buatan dibalik keuntungan sesaat yang
diberikan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan
pemanfaatan daun-daun yang sudah tua dan berguguran untuk dijadikan
kompos atau pupuk alamiah.
Pemanfaatan daun yang sudah tua.
Dengan memanfaatkan salah satu jenis
sampah alam yaitu daun yang sudah tua, maka kita bisa membuat kompos.
Daun-daun yang sudah tua dan berguguran sebaiknya tidak dibuang begitu
saja di tempat pembuangan akhir. Harus ada pemanfaatan lebih lanjut
untuk mengurangi masalah timbunan sampah juga. Salah satu pemanfaatan
daun yang sudah tua adalah dengan menyulapnya kembali menjadi sesuatu
yang berguna yaitu kompos.
Dari alam untuk alam
Daun yang bersifat alamiah pada akhirnya
juga akan dikembalikan lagi ke dalam habitat aslinya, yaitu pupuk
kompos. Tanah akan lebih menerima sesuatu yang bersifat alami
dibandingkan dengan sesuatu yang non alami. Bila disuruh memilih, tanah
tentunya akan lebih suka bila diberi pupuk kompos dibandingkan dengan
pupuk buatan.
Manfaat pupuk kompos yang berasal dari daun
Bila ditanya apa saja manfaat pupuk yang berasal dari daun-daun yang sudah tua. Berikut ini beberapa jawabannya:
- Mengurangi penumpukan daun-daun yang sudah tua
- Memanfaatkan sampah berupa daun menjadi sesuatu yang lebih berguna yaitu kompos
- Bersifat sangat menyuburkan dan tidak merusak unsur hara yang ada dalam tanah. Ya, pupuk kompos memiliki sifat konstruktif dan bukan destruktif dalam jangka panjang.
- Mengurangi penumpukan sampah berupa daun dengan memanfaatkannya kembali (seperti uraian di atas).
- Mengurangi biaya pembelian pupuk non organic yang semakin hari semakin melambung tinggi, yang itu artinya mengurangi pengeluaran.
- Sebagai salah satu bentuk pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna. Memanfaatkan sesuatu yang seharusnya dibuang yang itu artinya meminimalisir polusi tanah yang berasal dari sampah yang sudah tidak terpakai.
Setelah mengetahui beberapa manfaat
pupuk kompos yang bisa dibuat dari dedaunan, berikut kita harus tahu
bagaimana cara membuat kompos. Pada dasarnya membuat kompos sangat
mudah. Siapapun bisa membuatnya asalkan ada niat dan usaha.
Berikut ini langkah-langkahnya:
- Kumpulkan sampah yang bersifat alamiah dan bisa diuraikan dalam tanah, termasuk sampah berupa daun yang sudah tua
- Kumpulkan sampah-sampah tersebut dalam wadah tersendiri, seperti: karung beras yang sudah tidak terpakai, ember, dan bisa juga membuat kolam mini dengan menggali tanah.
- Setelah sampah alamiah tersebut terkumpul, biarkan selama beberapa hari. Tentu saja agar tidak mencemari lingkungan sampah-sampah organic yang sudah terkumpul tersebut bisa ditutup.
- Beberapa hari kemudian, pupuk kompos sudah terbentuk dan bisa dipakai untuk menyuburkan tanah.
Itulah tadi langkah-langkah dalam
pembuatan pupuk kompos. Relative mudah bukan. Siapa saja bisa
membuatnya. Oleh sebab itu mulai dari sekarang, kita harus membudayakan
untuk memanfaatkan dedaunan yang sudah tidak terpakai menjadi salah satu
bentuk yang bisa bermanfaat yaitu kompos.
(sumber:http://gempitanews.com/detailpost/memanfaatkan-sampah-daun-kering-untuk-dijadikan-pupuk-kompos)
Komentar
Posting Komentar